Senin, 12 November 2012

Psikologi Sosial Ketertarikan Interpersonal (Interpersonal Attraction)


A.    Pengertian Ketertarikan Sosial dan Faktor Ketertarikan Sosial
Interaksi sosial adalah adanya seorang individu dengan individu lain dimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain sehingga terjadi hubungan timbal balik (Bimo Walgito, 1990). Sementara (soekanto 1997) mendefinisikan interaksi sosial sebagai hubungan antar orang per orang atau dengan kelompok manusia.

Ø  Interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi 2 syarat, yaitu:
1.      Adanya kontrak sosial
2.      Adanya komunikasi antara individu, antara individu dengan kelompok, antara kelompok dengan kelompok.

 Ø  Ada 4 pola interaksi sosial menurut soerjono soekanto :
1.      Kerjasama (coperation)
2.      Persaingan (competition)
3.      Pertentangan (conflict)
4.      Akomodasi (accomodation)

Faktor – faktor yang mendukung daya tarik interpersonal secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu : faktor personal dan situasional. Faktor personal yaitu faktor – faktor yang berasal dari karakteristik pribadi kita. Misalnya yang menyebabkan saya tertarik kepada anda, boleh jadi suasana hati (mood) saya waktu itu sedang kesepian. Sedang faktor situasional berasal dari sifat – sifat objektif (karakteristik) personal stimuli. Misalnya yang menyebabkan saya tertarik kepada anda karena anda cantik .

Pada umumnya beberapa faktor yang di anggap sangat penting dalam menentukan daya tarik interpersonal adalah :

a.      Kesamaan ( Similarity )
Kita cenderung menyukai  orang yang sama dengan kita dalam sikap, nilai, latar belakang dan keperibadian. Ada berbagai alasan yang dikemukakan :

Pertama, Menurut acuan teori konsistensi kognitif dari haider, jika kita menyukai orang, kita ingin mereka memilih sikap yang sama degan kita. Hal ini, supaya seluruh unsur kognitif kita konsisten. Anda resah kalau orang yang anda sukai menyukai apa yang anda benci.

Kedua, Don Byrne menunjukan hubungan liniear antar daya tarik dengan kesamaan, dengan menggunakan teori peneguhan dari behaviorisme. Persepsi tentang adanya kesamaan mendatangkan ganjaran, dan perbedaan tidak menegakkan. Kesamaan sikap orang lain dengan kita memperteguh kemampuan kita dalam menafsirkan realitas sosial. Orang yang mempunyai kesamaan dengan kita cenderung menyetujui gagasan kita dan mendukung keyakinan kita tentang kebenaran pandangan kita.

Ketiga, Pengetahuan bahwa orang lain adalah sama dengan anda, menyebabkan anda mengantisipasi bahwa interaksi di masa datang akan positif dan memberi ganjaran.

Terakhir, kita cenderung berinteraksi lebih akrab dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita, mereka pun juga menjadi lebih kenal dengan kita.

b.      Kedekatan (Proximity)
Orang cenderung menyukai mereka yang tempat tinggalnya berdekatan. Persahabatan lebih mudah timbul (tumbuh) diantara tetangga yang berdekatan. Atau diantara mahasiswa yang berdekatan. Apa yang membuat orang berdekatan saling menyukai?

Pertama, kedekatan biasanya meningkatkan keakraban. Kita lebih sering berjumpa dengan tetangga sebelah kita daripada orang yang ada di jalan. Eksposur yang berulang ini dapat meningkatkan rasa suka.

Kedua, kedekatan sering berkaitan dengan kesamaan.

Ketiga, orang yang dekat secara fisik lebih mudah di dapat daripada orang yang jauh. Kemudahan ini mempengaruhi keseimbangan ganjaran dan kerugian interaksi.

Keempat, berdasar teori Konsistensi Kognitif kita berusaha mempertahankan keseimbangan antara hubungan perasaan dan hubungan kesatuan kita. Secara lebih spesifik, kita dimotivasi untuk menyukai orang yang ada kaitannya dengan kita dan untuk mencari kedekatan dengan orang yang kita sukai

Kelima, orang memiliki harapan untuk berinteraksi lebih sering dengan mereka yang tinggal paling dekat dengannya. Hal ini, menyebabkan ia cenderung untuk menekankan aspek-aspek positif dan meminimalkan aspek negatif dari hubungan itu sehingga hubungan di masa datang akan lebih menyenangkan.

c.       Keakraban (Familiarity)
Kekerapan berhadapan dengan seseorang akan meningkatkan rasa suka kita terhadap orang itu.

d.      Daya Tarik Fisik
Dalam masyarakat kita biasanya muncul stereotip daya tarik fisik, yang mengasumsikan bahwa “apa yang cantik adalah yang baik”. Berdasar hanya pengamatan sepintas, orang akan membuat sesuatu kesimpulan tentang sejumlah asumsi kepribadian dan kompetensi, berdasar semata-mata hanya pada penampilan. 
e.       Kemampuan (Ability)
Menurut teori Pertukaran Sosial dan Reinforcement, ketika orang lain memberi ganjaran atau konsekuensi positif pada kita, maka kita cenderung ingin bersamanya dan menyukainya. Orang yang mampu, kompeten dan pintar dapat memberi beberapa ganjaran (keuntungan) kepada kita. Mereka dapat membantu kita dalam menyelesaikan masalah, memberi nasehat, dan membantu kita menafsirkan kejadian-kejadian yang ada, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan orang yang kompeten, orang yang pintar lebih disukai daripada yang tidak kompeten atau tidak pintar.

f.       Tekanan Emosional (Stress)
Bila orang berada dalam situasi yang mencemaskan atau menakutkan, ia cenderung menginginkan kehadiran orang lain. Sehingga timbul rasa suka pada orang tersebut.

g.      Munculnya Perasaan / Mood yang Positif atau Positive Emotional Arousal
Kita cenderung tertarik atau suka kepada orang dimana kehadirannya berbarengan dengan munculnya perasaan positif, bahkan meski perasaan positif yang muncul tidak berkaitan dengan perilaku orang tersebut. Beberapa telaah menunjukkan bahwa kita cenderung tertarik kepada orang-orang yang kita jumpai saat sekeliling kita menyenangkan.

h.      Harga Diri yang Rendah
Dari hasil penelitia, Elaine Walster menarik kesimpulan, bahwa bila harga diri di rendahkan, hasrat afiliasi (bergabung dengan orang lain) bertambah, dan ia makin responsif untuk menerima kasih sayang orang lain.

i.        Kesukaan Secara Timbal Balik (Reciprocal Liking)
Ketika kita mengetahui orang lain menyukai kita, maka kita dapat mengharapkan ganjaran (reward) dari mereka. Karena itu, mengetahui kita disukai merupakan ganjaran yang menguatkan. Kita dapat mengharapkan orang lain akan membantu kita di masa yang akan datang, dan kita juga akan mengalami perasaan baik/positif menghadapi suatu kenyataan bahwa orang lain cukup memikirkan tentang kita menjadi seorang teman (meningkatkan harga diri). Karena itu kesukaan menghasilkan kesukaan. Persahabatan biasanya memberikan arti bahwa persahabatan itu akan kembali lagi. Hubungan timbal balik merupakan sesuatu yang komplek.

j.        Ketika yang Berlawanan Saling Tertarik : Saling Melengkapi (Complementary)
Kita telah melihat bahwa kesamaan sikap dan nilai mendorong meningkatnya daya tarik. Tetapi bagaimana dengan sadistis dan masokisme? Keduanya tampak benar-benar tak sama, yang satu menyukai untuk melukai orang lain tetapi lainnya justru senang diperlakukan kasar oleh orang lain. Disini nampaknya ada daya tarik yang berlawanan. Individu yang memiliki kepribadian dominan tidak akan berhubungan lebih lama dengan orang lain yang dominan juga. Individu yang dominan membutuhkan partner/pasangan yang submisif yang akan membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan diantara mereka. Perilaku yang saling melengkapi adalah mungkin untuk tingkah laku dominan-submisif (Strong, dkk., 1988)

  1. Dimensi hubungan interpersonal (William C. Schultz) yaitu:
1.      Need of inclusion (perasaan sbg anggota suatu kelompok), keinginan untuk menumbuhkan rasa memiliki.

·         Undersocial: misalnya, minder, menarik diri, tertutup.·         Social : misalnya, tahu situasi dan kondisi.·         Oversocial : misalnya, over akting.

2.      Need of control (kebutuhan untuk mendominasi & dominasi)

·         Abdicrat : cirinya penurut.·         Democrat : cirinya memiliki kemampuan yang kuat.·         Autocrat : ciri-cirinya mendominasi suatu kelompok.

3.      Need of affection /kasih sayang, kebutuhan menyukai & disukai.

·         Underpersonal : membuat jarak dengan orang lain,   menolak bantuan orang lain.·         Personal : independent, tidak bergantung pada orang lain.·         Overpersonal : kerjasama individu yang kuat dengan orang lain.

  1. Prinsip Dasar Daya Tarik Interpersonal.
Prinsip dasar  daya tarik interpersonal diantaranya sebagai berikut:

  1. Teori kognitif
menekankan proses berpikir sebagai dasar yang menentukan tingkah laku. Tingkah laku sosial dipandang sebagai suatu hasil atau akibat dari proses akal. Jika seseorang berpikir bahwa orang lain dapat memberikan keseimbangan terhadap apa yang kita cari maka kemungkinan besar kita akan menyukainya. 
  1. Teori penguatan
Dasar teori ini cukup sederhana, yaitu bahwa orang ditarik oleh hadiah dan ditolak oleh hukuman. Semua ketertarikan antar pribadi diterangkan dalam hal belajar di mana untuk berhubungan secara positif dengan hadiah, dan untuk berhubungan secara negatif dengan perangsang hukuman. Kita kemudian akan lebih suka menjadi tertarik kepada orang-orang yang menghadiahi atau menghargai kita daripada orang-orang yang menghukum kita dengan kritikan atau menghina kita.

3.      Teori interaksionis (Mead)Teori ini dikembangkan di dalam situasi alamiah di mana suatu keputusan selalu dihubungkan kepada situasi sosial di mana seseorang menemukan dirinya. Teori ini lebih menitikberatkan pada ketertarikan antar pribadi sebagai suatu konsep.

4.      Teori Pertukaran Sosial (untung-rugi) Peter BlauDalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan keuntungan yang saling memengaruhi.Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain sesuai dengan anggapan diri manusia tersebut terhadap:

·         Keseimbangan antara apa yang di berikan ke dalam hubungan dan apa yang dikeluarkan dari hubungan itu.·         Jenis hubungan yang dilakukan.·         Kesempatan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain 
  1. Masalah Dalam Hubungan Interpersonal
Masalah yang terdapat didalam hubungan interpersonal adalah sebagai berikut :

  1. Kecemasan Sosial (Social Anxiety)
Kecemasan Sosial adalah perasaan tak nyaman dalam kehadiran orang-orang lain, yang selalu disertai oleh perasaan malu yang ditandai dengan kejanggalan / kelakuan, hambatan dan kecenderungan untuk menghindari interaksi sosial. Kecemasan sendiri merupakan suatu respon yang beragam terhadap situasi-situasi yang mengancam, yang pada umumnya berwujud ketakutan koginitif, keterbangkitan syaraf fisiologis, dan suatu pengalaman subyektif dari ketegangan atau kegugupan (nervousness).Individu-individu yang pemalu dan cemas secara sosial cenderung untuk menolak orang lain, karena mereka ketakutan ditolak diri mereka sendiri. Mereka juga menarik diri dan tak efektif dalam interaksi sosial, karena mereka mempersepsi reaksi negatif bahkan ketika tak ada seorang pun yang hadir. Sehingga tak mengherankan, orang-oraang lain pada umumnya bereaksi secara negatif dalam berinteraksi dengan individu-individu yang cemas secara sosial.Sebenarnya setiap orang pernah mengalami kecemasan sosial sekalipun hanya kadang-kadang. Ketika mengalami hal ini biasanya mereka tidak hanya mengalami ketegangan yang subyektif (subyective tension) tetapi berperilaku (overt behavior) dalam cara-cara yang mengganggu interaksi sosial. Ketika gugup (nervous), orang mungkin menunjukkan secara terbuka indikasi-indikasi secara inner arousal mereka (misalnya gemeter, dan gelisah), menghindari orang lain, dan gangguan pada perilaku-perilaku lain yang terus-menerus (misalanya tidak lancar berbicara, dan kesulitan konsentrasi). Sehingga berakibat, kecemasan adalah suatu kekurangan dalam hubungan sosial, karena orang yang gugupn (nervous) dan terhambat mungkin menjadi kurang efektif secara sosial.Kecemasan hubungan sosial mungkin juga berhubungan dengan keyakinan bahwa mereka merasa kurang memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk keberhasilan dalam menjalin hubungan sosial. Meskipun sebenarnya ia memiliki kemampuan itu, tetapi keyakinannya ia kurang.

  1. Kesepian
Kesepian adalah perasaan kurang memiliki hubungan sosial yang diakibatkan ketidakpuasan dengan hubungan sosial yang ada (Brehm & Kassin, 1993). Kesepian juga berarti suatu keadaan mental dan emosional yang terutama dicirikan oleh adanya perasaan-perasaan terasing dan kurangnya hubungan yang bermakna dengan orang lain (Bruno, 2000).Kesepian pada umumnya berkolerasi dengan kecemasan sosial dan depresi. Dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami kesepian, orang-orang yang mengalami kesepian lebih memiliki pendapat negatif tentang orang lain. Mereka juga kurang memiliki keterampilan sosial dalam interaksi dengan orang lain dan kurang responsif secara sosial, dan dalam beberapa kondisi orang yang mengalami kesepian menimbulkan reaksi-reaksi negatif dari orang lain.

  1. Cinta dan Macam-macam Cinta
  1. Definisi Cinta
Bila orang mengatakan aku cinta padamu maksud yang terkandung di balik pernyataan itu dapat bermacam-macam. Bagaimana anda sendiri mendefenisikan kata cinta itu?Para peneliti ini telah mengidentifikasikan enam cara yang bisa digunakan orang untuk mendefenisikan kata ini (Lasswell & Lobsenz, 1980; Lee, 1983) bentuk-bemtuk cinta ini merupakan bentuk-bentuk yang murni biasanya orang memberikan defenisi yang merupakan kombinasi lebi dari satu bentuk murni.  
  1. Macam-macam Cinta
·         Cinta Romantik merupakan Cinta yang di tandai oleh pengalaman-pengalaman emosional. Biasanya merupakan cinta pada pandangan pertama. Yang penting dalan bentuk cinta ini adalah adanya daya tarik jasmaniah. Orang-orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini sepakat bahwa. “pada sentuhan pertamanya saya tahu bahwa cinta adalah suatu kemungkinan yang nyata.

·         Cinta Memiliki merupakan Orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini merasakan pengalaman emosional yang kuat, mudah cemburu, sangat terobsesi pada orang yang dicintai. Orang-orang yang mengalami bentuk cinta ini biasanya sangat tergantung pada orang  yang dicintai, oleh karena itu dia takut tersisih. Keterlibatannya sangat mudah berubah dari perasaan sangat bahagia sampai rasa putus asa. Menurut mereka “Bila kekasih saya tidak memberikan perhatiannya pada saya, saa merasa sakit.”

·         Cinta Kawan Baik merupakan bentuk cinta yang menutamakan keakraban yang menyenangkan. Cinta ini biasanya tumbuh perlahan-perlahan dan di mulai dari sebuah persahabatan, saling berbagi dan mengungkapkan diri secara bertahap. Ciri-ciri dari bentuk cinta ini adalah sifatnya yang bijaksana, hangat, dan sarat dengan rasa persaudaraan. Orang-orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini mengatakan “Cinta yang terbaik adalah cinta yang tumbuh dari sebuah persahabatan.”

·         Cinta Pragmatik. Menurut Lee, ini adalah “cinta yang menuntut adanya pasangan yang serasi dan hubungan yang berjalan baik, Kedua pihak merasa betah berada di dalamnya dan dapat saling memuaskan kebutuhan-kebutuhan dasar atau kebutuhan-kebutuhan praktis mereka. Orang yang terlibat dalam cinta pragmatik sangat logis dan banyak pertimbangan dalam menentukan pasangan yang sesuai dengan dirinya, dan lebih senang mencari kepuasan daripada kegembiraan. Menurut mereka “anda perlu merencanakan kehidupan anda secara seksama sebelum memilih seorang kekasih.”

·         Cinta Altruistik. Ciri utama dari cinta ini adalah adanya perhatian, keinginan untuk selalu memberikan sesuatu, dan selalu siap memaafkan kesalahan pasangannya. Cinta diartikan sebagai suatu tugas yang harus dilakukan tanpa pamrih. Bentuk cinta ini di ungkapkan melalui pengorbanan diri, kesabaran, dan rasa percaya terhadap orang yang dicintai. Menurut mereka, “saya mencoba menggunakan kekuatan saya sendiri untuk membantu kekasih saya melewati masa-masa sulitnya, bahkan pada saat ia bertindak bodoh.”

·         Cinta main-main. Orang dapat memperlakukan cinta seperti memainkan sesuatu untuk menikmati “permainan cinta” dan memenangkannya. Dalam bentuk cinta ini, yang paling penting adalah strategi, dan keterikatan biasanya dihindari. Orang yang terlibat dalam bentuk cinta ini biasanya memiliki lebih dari satu hubungan cinta pada satu saat. Tidak ada hubungan yang mampu bertahan lama, biasanya akan berkahir bila pasangannya mulai bosan atau menjadi terlalu serius. Menurut mereka “Bagian yang menyenangkan dari cinta adalah menguji kemampuan seseorang untuk menjaga agar hubungan itu bisa berjalan terus dan orang sekaligus mendapatkan apa yang diinginkannya.

  1. Cinta (Triangular of Love)  – STERNGERG
·         INTIMACY Berisi perasaan yang menciptakan pengalaman kehangatan dalam satu hubungan·         PASSION Menunjukan adanya dorongan yang mengarahkan pada daya tarik romantisme fisik dan perilaku seksual·         COMMITMENT Keputusan jangka pendek bahwa subjek mencintai pasanganya dan sepakat untuk memelihara cinta tsb.

1 komentar:

  1. ka, kalau pembahasan ini referensi nya dari buku apa aja ya? trims

    BalasHapus